Desa Tangkit Baru

Desa Tangkit Baru
Diberdayakan oleh Blogger.
    • Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?

    ,



    Tangkit Baru | Profil Industri



    Yusra, Profil Industri  
    (Editing Cucu Fetta Fuang)
     

    N.P.W.P : -
    Alamat :
    Jl. Syeh Muh.Said II Tangkit Baru
    Muaro - Jambi
    -
    Telepon / Facebook :
    081367617330
    https://www.facebook.com/profile.php?id=100007868948694
    Email : -
    Website :
    -
    Jenis Usaha :
    Produsen
    Tahun Berdiri :
    1996
    Asosiasi :
    -
    Skala Usaha :
    Mikro (s/d 50 Jt)
    Jumlah Aset : Rp.
    50,000,000.00
    Jumlah Pegawai :
    54 Pegawai Tetap,

    Daftar Produk

    No. Nama Produk Merek
    1. Selai Nanas Goreng Yusra
    2. Rambutan Goreng Yusra
    3. Pepaya Goreng Yusra
    4. Lempok nanas Yusra
     
    Wilayah Pemasaran Dalam Negeri

    No. Provinsi Nama Distributor Tahun
    1. Kepulauan Riau - 2012
    2. Jambi - 2012




    ,


    Jaya Indah  

     Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng, Rambutan Goreng, Selai Pisang Goreng, Kacang Sembunyi, dan Ikan Teri.
     Alamat          : Jln syekh muh. said II. RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi.
     Telpon          :     0852-6666-2166
     Email            :    fetta_arullah@msn.com
     Website         :    Belum Terlampir  
     Pengelola       :    Hj.Siti Arifah/Rusni
     Produk          :   




    Usaha pengolahan selai nanas dan rambutan goreng tak lepas dari kehidupan warga desa yang umumnya berkebun. Areal tanah milik sendiri seluas lima hektar lebih itu pun ditanami nanas dan rambutan sebagian hasil kebun dijual dan sebagian pula menjadi bahan produksi olahan.



    Wajah Desa Tangkil Baru, Kecamatan Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, agak berbeda dari lingkungan di sekitarnya. Rumah-rumah penduduknya khas dalam arsitektur bugis. Tepat di jantung desa ini berdiri sebuah tugu dengan patung buah nanas pada bagian pucuknya.

    Identitas bugis semakin tampak ketika kami berkunjung ke rumah tiang milik Siti Arifah (50). Apalagi ketika mulai bercakap-cakap, karena mereka sehari-hari relatif berkomunikasi dalam bahasa daerah tersebut.

    Kabarnya, kampung ini dibangun almarhum Syeh Muhammad Said (Puang Muhammad) dan 20 sahabat. Almarhum adalah kakek dari suami Siti Arifah, Andi Tola Patabila (70). Mereka adalah pelarian dari Bugis saat konflik berlangsung tahun 1960-an.

    Meski telah puluhan tahun menetap di Tangkil Baru, Siti Arifah kurang fasih berbahasa melayu. "Maaf ya, saya bisanya bahasa bugis. Maklum, saya bukan orang sekolahan," tuturnya.

    Namun, Siti Arifah yang tak sekalipun mengenyam pendidikan, baca maupun tulis, kini sukses sebagai pengusaha lewat produk "Jaya Indah". Bahkan, dari usaha ini dia dan suaminya berhasil menyekolahkan ke-12 anak mereka, sebagian di antaranya sampai perguruan tinggi.

    Usaha Arifah adalah memproduksi selai nanas goreng, rambutan goreng, selai pisang goreng, kacang sembunyi, dan ikan teri. Dari semua produknya itu, yang khas dan laris adalah selai nanas dan rambutan goreng.

    Setiap hari, Siti Arifah dibantu lima karyawan yang masih termasuk keluarga. Anak pertamanya, Andi Mimahaya, sampai kini turut menjadi penanggung jawab usaha sampai ke pemasaran. Adapun anak Arifah nomor 10, Andi Isma (17), meski masih di bangku sekolah menengah atas, setiap hari ikut membantu usaha orangtuanya. Dia membantu sang ibu mulai dari mengupas buah sampai mengemasnya.

    Produksi selai nanas dan rambutan goreng Arifah setiap hari masing-masing sekitar 15 kilogram. Selain dipasarkan ke toko- toko swalayan di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, produk Arifah juga dikirim ke Palembang dan Pekan Baru.

    Produk selai nanas dan rambutan goreng sebanyak sekitar 30 kilogram per hari itu nyaris selalu habis. Artinya, dalam sehari omzet usaha Arifah mencapai sekitar Rp 690.000.

    Dari kebun sendiri
    Usaha pengolahan selai nanas dan rambutan goreng tak lepas dari kehidupan warga desa yang umumnya berkebun. Areal tanah milik suaminya seluas lima hektar lebih itu pun ditanami nanas dan rambutan.

    Alasan memilih jenis tanaman itu sebab tanah rawa desa ini cocok untuk nanas. Dalam satu pekan sebanyak 400-an buah nanas bisa dipanen. Buah nanas ini semula dijual langsung ke pasar dengan harga murah. Bahkan, kini pun buah nanas cuma dihargai Rp 500 per buah.

    Tahun 1999 barulah Arifah terpikir untuk mengolah nanas menjadi makanan yang lebih tahan lama dan memperoleh harga lebih baik. Semula, perempuan yang gemar memasak ini mengolah nanas menjadi selai.

    Setelah beberapa waktu, Arifah mendapat ide untuk menggoreng selai-selai nanas tersebut dalam baluran tepung terigu. Hasilnya, kue-kue ringan berwarna cokelat kekuningan.

    Sesuai bahan bakunya, dia menamainya "kue selai nanas". Rasanya gurih dan renyah pada bagian luar serta terasa lembut selainya ketika bagian dalam kue masuk mulut.

    Arifah tak menambahi gula pada adonan kue. Alasannya, dia tak ingin kuenya terasa amat manis. Ini justru akan membuat konsumennya cepat merasa kenyang. "Setelah diolah dan menjadi kue selai nanas goreng, ternyata banyak orang suka," tuturnya.

    Kue selai nanas buatan Arifah ini dikemas dalam tiga ukuran, kemasan berberat satu ons, 250 gram, dan 500 gram. Supaya kemasan tampak lebih menarik, ia menempatkan kue selai nanas goreng 250 gram dalam keranjang anyaman bambu. Kue selai nanas dalam kemasan anyaman bambu ini ternyata menjadi pilihan orang untuk oleh-oleh penganan khas dari Jambi.


    Giliran rambutan
    Tak puas dengan kue selai nanas goreng, Arifah mulai mengutak-atik buah rambutan. Buah rambutan yang segar dan mengandung banyak air itu pun berubah menjadi penganan kecil atau kue kering.

    Arifah bercerita, buah rambutan yang telah dikupas diolahnya sedemikian rupa sampai kering. Meski begitu, agar tetap sebagai rambutan, dia sengaja membiarkan biji buah itu di tempatnya.

    Rambutan yang sudah kering kemudian digoreng dalam baluran tepung terigu yang telah dicampur sedikit garam. Di bengkel usaha Arifah yang menempati sebagian rumah tinggalnya itu, seluruh proses produksi dilakukan. Untuk setiap proses disediakan ruang yang berbeda, mulai dari pengupasan buah, penggorengan, penjemuran, hingga pengepakan.

    Sedangkan untuk pengepakan kue, dia menyediakan kamar khusus. Di ruang pengepakan ini siapa pun yang masuk tak boleh merokok. Arifah sangat disiplin mengenai hal ini. Alasannya, demi menjaga kebersihan, rasa, dan aroma makanan.

    Harga penganan kecil buatan Arifah relatif terjangkau sebagian masyarakat. Kue selai nanas goreng, misalnya, dijualnya dengan harga Rp 21.000 per kilogram, kue rambutan goreng Rp 25.000 per kg.

    Di samping kedua produk penganan utamanya itu, Arifah juga membuat semacam keripik pisang goreng seharga Rp 25.000 per kg. Meski keripik pisang ini hanya sesekali saja dibuatnya.

    "Konsumen ternyata lebih suka kue selai nanas dan rambutan goreng, makanya saya tidak selalu membuat snack pisang. Snack pisang untuk pelengkap saja," ujar Arifah yang meningkatkan produknya sampai sekitar dua kali lipat dari hari biasa pada hari-hari menjelang Lebaran.

    Irma Tambunan
    .

    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------

    RAMBUTAN GORENG ( Siti Arifa )


    Rambutan Goreng is a home industry famous in Tangkit Baru village, Kecamatan sungai Gelam, kabupaten Muara Jambi. Many women make this industry in their home. For example Mrs. Siti Arifah, she makes Rambutan Goreng in her house. Five of her workers (they still her natives) always help her in making Rambutan Goreng.
    The production of Rambutan Goreng of Mrs. Sity Arifah produced around 15 kilograms each day. She not only sells this Rambutan Goreng to the Markets around Jambi, but also she sells it to the others city such as Palembang and Pekan Baru. Usually, people buy Rambutan Goreng around 30 kilograms in one day. Its mean that Sity Arifah get money around Rp. 690.000/ day.
    Sity Arifah tells that the Rambutan fruit that the peel already removed then she uses some ways to make it to be dry. After that, she mixes Rambutan with the flour and give the salt as it needed. This industry that takes place in her house, she has particular rooms to each step of processes to make this food. From removing the peel, frying, drying, until packing the Rambutan Goreng, it uses different places. She always keeps her industry clean and good quality of taste.
    The price of Rambutan Goreng is not too expensive, by Rp. 25.000 we can get 1 kilogram of Rambutan Goreng. Many people likes and buy this sweet food, so this industry very helpful for Mrs. Siti Arifah and her family. They can get money from this unique home industry.


    ,


    Malakue  

    Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng,Wajik Kacang, Kacang Satu, Kue Kurma, Roti Karamel, Pisang Coklat..
    Alamat          : Jln syekh muh. said II. RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi
    Telpon          :   Belum Terlampir
    Email            :   Belum Terlampir  
    Website         :   Belum Terlampir  
    Pengelola      :  
    Belum Terlampir
    Produk         :


    ,

     Masagena 

    Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng.
    Alamat          : Jln syekh muh. said II. RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi
    Telpon          :  Belum Terlampir
    Email            :  Belum Terlampir 
    Website         :  Belum Terlampir  
    Pengelola      :  Belum Terlampir
    Produk         : 

    ,

    Jenis Produksi : Dodol Nenas, Dodol Nenas Goreng
    Alamat            : Jl. Syech Muh. Said I No.72 Rt 03 Rw 02 Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Propinsi Jambi.
    Telpon            : 0813-6620-7770/

    Email              : Belum terlampir
    Website           : Belum terlampir
    Pengelola         : H.Baso Intang    Facebook Klik disini
    Produk            :   





    Tentang      : 
    Awalnya H. Baso Intang, SE, berjualan buah nanas segar. Karena didesanya  terdapat perkebunan nanas seluas 150 Ha. Dalam satu hari rata-rata panen  sekitar 11.000 buah, yang dipasarkan ke Jakarta, Palembang, Padang, Pasar Angsa Dua Jambi. Pria kelahiaran 43 tahun lalu yang sering disapa Intang ini, melihat banyak buah nanas yang rusak. Akhirnya muncul ide untuk mengolahnya menjadi aneka makanan seperti dodol nanas, selai, dan minuman. Untuk mewujudkan idenya, Intang dibantu Dinas Indag setempat, Batang Hari belajar membuat dodol nanas ke Tarogong, Garut Jawa Barat pada 1993 selama hampir 1 bulan.  Setelah merasa mampu membuat sendiri, dan bimbingan serta pembinaan dari Dinas Indag setempat, mulai membuat dodol nanas. Untuk produksinya  masih menggunakan peralatan yang sederhana pakai wajan, dan diaduk dengan tangan.

    Pasar keluar daerah
    Usaha Intang mengalami kemajuan. Jika sebelumnya hanya dikerjakan sendiri bersama keluarga, kini telah mempekerjakan sekitar 12 orang.  Dalam satu hari atau per sekali masak menghabiskan buah nanas sekitar 70 kg atau setara 200 buah nanas dengan harga Rp 1.000/buah. Kemudian bahan lainnya gula pasir sekitar 20 kg, tepung terigu 4 kg, ubi kayu 10 kg, dan mentega serta garam secukupnya.  “Rata-rata dalam satu bulan hasil produksinya mencapai Rp 30 juta,” aku Intang.
    Selain dodol, Intang juga  membuat nanas goreng, dan selai nanas. Untuk dodol dijual Rp 25.000/kg. Sedang nanas goreng Rp 35.000/kg, dan selai nanas Rp 15.000/kg. Harga-harga tersebut belum dalam kemasan /masih dalam bentuk curah. “Untuk pemasarannya sudah keluar daerah, ke Pekanbaru, Palembang, dan  Jakarta,” ucap Intang.

    Proses produksi
    Proses produksinya pertama-pertama buah nanas dikupas dan dibuang matanya. Lalu dicuci sampai bersih, setelah itu diparut pakai mesin parut kelapa, lalu dimasukkan ke dalam kuali dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya dimasak kurang lebih 4-5 jam.  Tandanya, dodol yang dimasak sudah matang, kalu dipegang tidak lengket.
    Kemudian diangkat dan ditempatkan pada loyang/plat/talam, dan didiamkan kurang lebih 3 jam.  Selanjutnya dibuat 5 jalut panjang, dan dipotong kecil 2-3 cm, lalu dibungkus dengan pelatik kecildan dimasukkan dalam kemasan.
     Sedang untuk dodol nanas goreng, masaknya lebih lama 6-7 jam. Setelah dipotong-potong lalu dibungkus tepung terigu yang sudah diblander, lalu digoreng satu per satu karena bila di goreng sekaligus lengket/dempet. Setelah diangkat lalu dimasukkan ke dalam tong dan dikeringkan minyaknya melalui spener/seperti mesin cuci. Baru dibungkus sesuai ukuran. “Untuk bagian pembungkusan dilakukan oleh ibu-ibu PKK disekitar lokasi,” kata Intang. Keuntungannya sekitar 25 % dari penjualan, tambahnya.

    Dikutkan pameran
        Bantuan dari pemerintah selama ini dalam bentuk pelatihan seperti proses produksi, magang, AMT, CEFE, GKM, kemasan, dan pemasaran melalui pameran di Jakarta Fair. “Harapan saya, instansi terkait bisa membina lebih giat lagi khususnya dalam hal pemasaran, dan mohon bantuan alat tepat guna,” papar bapak empat anak ini.
    Selam ini kalau ikut pameran, kata Intang hanya produknya saja yang diambil oleh instansi terkait. “Sebetulnya saya ingin disertakan atau ikut dalam pamaeran tersebut,” harapan Intang. Dengan ikut langsung pameran diharapkan saya bisa mendapat mitra. Rencana kedepan, saya ingin membuat difersifikasi produk dari nanas yakni selai yang cukup bening untuk pasar Singapur dan Malaysia, tambahnya.    

    Pemilik H. Baso Intang SE
    Berlokasi Jl. Syech Muh. Said I No. 72 Rt 03 Rw 02 Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Propinsi Jambi.
    Hp. 08127400510


    ,

    Boccoe Selai Goreng

    Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng
    Alamat            : Jln syekh muh. said II. RT. 05 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma.    Jambi Prov. Jambi
    Telpon          : 0857-8918-2565
    Email            : andinurunnaim@yahoo.co.id
    Website        :  http://bisnisukm.com/+boccoeselaigoreng
    Pengelola      : Andi Munawwirah
    Produk         : Gambar belum terlampir

    ,

       Tangkit Baru merupakan kawasan sentra Home Industri khususnya untuk olahan buah nenas, yang masih termasuk daerah Kec. Sungai Gelam, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi. lebih kurang 15 km dari pusat kota Jambi.

       Awal terciptanya bermacam olahan buah nanas ini disebabkan melimpahnya hasil produksi nenas di Desa Tangkit Baru yang tidak lagi tertampung oleh pasar sehingga banyak nenas yang busuk dan terbuang percuma dan hanya menjadi sampah di pinggir sepanjang jalan Desa Tangkit Baru dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

       Dari sinilah, beberapa orang mencoba membuat olahan buah nenas seperti Dodol Nenas, Salai Nanas, Selai Nenas Goreng dan beberapa variasi olahan nenas lainnya, hinggap pada tahun 1998 mulailah bermunculan home-home industri yang memproduksi olahan buah nenas dan jenis makanan lainnya.

       Hasil produksi Home Industri yang berada di Desa Tangkit Baru kini sudah banyak di jumpai di Swalayan-swalayan dan supermarket yang berada di Kota Jambi dan sekitarnya dengan berbagai jenis olahan yang berbahan dasar buah nenas.

       Home Industri Desa Tangkit Baru

    Tuli Mario

       * Jenis Produksi : Dodol Nenas, Dodol Nenas Goreng
       * Alamat : RT. 03 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi
       * Handphone : 0813-6620-7770

    Masagena

       * Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng, Selai Nenas Coklat, Rambutan Goreng, Kurma Goreng.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

    Insawa

       * Jenis Produksi : Wajik Nenas, Nanas Goreng, Keripik Nenas, Rambutan Goreng.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Malomoe

       * Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng, Rambutan Goreng.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Jaya Indah

       * Jenis Produksi : Selai Nenas Goreng, Rambutan Goreng, Sale Nenas Goreng.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Yusra

       * Jenis Produksi : Selai Goreng, Rambutan Goreng, Selai cokalat Goreng, Pepaya Coklat Goreng
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Mamaseh

       * Jenis Produksi : Dodol Nenas, Dodol Nenas Goreng.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Lily

       * Jenis Produksi : Dodol Nenas, Dodol Nenas Goreng.
       * Alamat : RT. 05 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

       Disamping olahan buah nenas, ada juga home industri lainnya yang mengolah buah lain selain selain buah nenas, antara lain :

       Malakue

       * Jenis Produksi : Wajik Kacang, Kacang Satu, Kue Kurma, Roti Karamel, Pisang Coklat.
       * Alamat : RT. 04 Tangkit Baru Kec. Sei. Gelam Kab. Ma. Jambi Prov. Jambi

Mengenai Saya

Foto saya
jambi, Indonesia
Andi Amirullah (Petta Arullah) asekku' berdarah bugis tulen, lahir dalam keluarga petani yang sederhana di sebuah Desa Tangkit Baru dimana tempatku itu mayoritas penduduknya suku bugis, saya menulis dan menyalin sejarah Desa Tangkit Baru dikarenakan saya mencintai kampung halamanku agar esok generasi yang akan datang dapat mengetahui sejarah berdirinya desa ini.


Top